What’s on Cariu ?

Hello teman-teman, hayooo udah pernah denger daerah Cariu belum? Mungkin terdengar asing ya. Itu juga yang pertama kali aku pikirkan waktu dengar nama daerah ini. Dimana ya itu? Kalian pasti menebak-nebak lokasi persis daerah ini. Menurut Wikipedia, Cariu merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Cariu sedang diwacanakan akan bergabung dengan Kabupaten Bogor Timur. Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karawang ini merupakan pemekaran dari Kecamatan Jonggol pada tanggal 2 Februari 1975.

Perjalanan dari Tangerang ke Cariu tidak begitu jauh kok, kurang lebihnya sih 3 sampai 3,5 jam. Sebaiknya kalian menggunakan mobil pribadi teman-teman, karena kendaraan umum di daerah ini agak sulit. Kalau dari Tangerang kamu bisa lewat Tol Jagorawi lalu exit Buperta Cibubur dilanjutkan melalui Jalan Transyogi/Alternatif Cibubur. Kalian akan melewati Cileungsi dan Jonggol sebelum akhirnya tiba di Cariu ini. Nama tempat yang kita tuju kali ini adalah Penangkaran Rusa Cariu, berlokasi di Buanajaya, Tanjungsari, Buanajaya, Kec. Tanjungsari, Bogor, Jawa Barat 16840. Tempat ini buka setiap hari dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, kecuali hari Minggu buka sampai jam 4 sore.

Tempat wisata ini belum mempunyai lahan parkir yang memadai, begitu pula dengan fasilitas lainnya. Lahan parkirnya hanya seperti area kecil di bawah pepohonan rindang. Kamar mandinya juga masih sederhana banget. Cuma memang bisa dibilang lumayan bersih. Untuk mencapai area penangkaran rusa, kalian terlebih dahulu harus menyebrangi jembatan bambu kecil yang menghubungkan area parkir dengan hutan. Setelah menyusuri hutan barulah sampai di penangkaran rusanya. Kurang lebih jaraknya adalah 2 km gitu sih dari ujung jembatan ini menuju area penangkaran rusa.

*Oh iya guys, perjalananku ini aku lakukan di tahun 2016. Nah pada tahun 2018, aku mendengar kabar jembatan sepanjang 42 meter ini roboh dan jatuh ke dalam Sungai Cibeet. Selama beberapa waktu Penangkaran Rusa Cariu ini ditutup. Sejujurnya, aku tidak tau kondisi jembatan ini sekarang namun aku yakin sekali bahwa sudah diperbaiki. Ini adalah satu-satunya akses pengubung area parkir dengan penangkaran rusa, jadi tidak mungkin dibiarkan rusak begitu saja. Selain itu, tempat ini dikelola oleh BUMN Perum Perhutani oleh karena itu pasti penanganannya juga cepat.

Perjalanan melewati hutan sangat menyenangkan buatku. Karena udaranya sejuk dan bersih. Rasanya seperti lagi detox paru-paru. Cuma waktu itu aku salah karena menggunakan sandal. Lebih baik kalau menggunakan sepatu kets karena jalanannya masih asli, belum ada jogging treknya gitu. Kamu akan menemukan batu dan tanah licin. Aku harus jalan pelan-pelan biar enggak terpeleset. Kalau pakai sepatu kan bisa lebih gesit tuh. Oh ya, aku menyarankan kalian untuk datang sekitar jam 9 atau 10 pagi. Pertama, karena udaranya pas banget. Waktu itu aku sampai sekitar pukul 10 jadi masih ada matahari pagi yang tidak terlalu panas. Kedua, karena memang itu sedang jam makan para rusa. Kan enggak lucu kalau kalian datang dan ternyata rusanya udah selesai makan. Mereka itu kalau sudah selesai makan biasanya langsung ngilang ke dalam hutan. Jadi kalian rugi banget mesti nunggu lagi sampai sore. Menurut info yang aku dapat sih jam makan rusa itu ada 2, pagi jam 7-10 dan sore jam 3-5. Tapi aku sendiri lebih suka pagi.

Begitu memasuki area penangkaran rusa, kalian akan melewati sebuah jembatan panjang yang berakhir pada suatu gazebo dengan tangga mengarah ke padang rumput. Disinilah biasanya rusa-rusa itu berkumpul untuk makan. Awal kami datang itu ternyata rusanya masih di dalam hutan. Tapi dipancing-pancing oleh pakde dan papaku menggunakan semacam ubi gitu. Kalau kalian mau beli disini bisa, sekalian bayar dengan tiket masuknya. Tiket masuk itu Rp 10.000,- dan ubi makanan rusa juga Rp 10.000,- . Cuma kalau kalian emang udah siapkan dari rumah juga boleh banget.

Aku sebenarnya bukan pecinta hewan sih. Jadi aku malah asik duduk-duduk aja di Gazebo sambil ngelihatin papaku, pakde dan istrinya sepupuku (aku manggilnya Mbak Sylvia) ngasih makan rusa. Aku juga nemenin keponakanku yang masih umur 4 tahun, namanya Abel. Gak mungkin dia turun juga, bisa disruduk rusa nanti. Abel itu orangnya pemberani. Waktu di Jogja aja, pas dia masih kecil banget tuh, anjing tanteku yang warna hitam bulunya dan menurutku serem, dipukul punggungnya. Wah aku aja enggak berani deket-deket. Untung tuh anjing enggak gigit. Makanya, anak satu itu perlu dijagain betul. Aku jagain Abel sambil ngajak dia bolak balik melewati jembatan bambu terus kami selfie-selfie juga.

Aku berkeliling sambil ambil beberapa foto. Ternyata enggak begitu bagus kalau ambil foto dari atas jembatan dan gazebo, aku pun akhirnya turun ke padang rumput. Rusa-rusanya masih pada makan. Ajeng juga minta difotoin. Abel dijagain sama papanya dan sedang minta turun. Daripada dia maksa turun, akhirnya aku pun naik saja ke Gazebo. Mbak Sylvia udah bawain kami camilan jadi ketika rusa sudah pada pergi ke dalam hutan, kami duduk santai sambil makan di gazebo.

Ini adalah tempat yang cocok buat kalian yang emang pengen menikmati alam. Seperti yang aku bilang sebelumnya, tidak terlalu banyak fasilitas yang bisa dinikmati disini. Abel sudah bosan dan dia mengajakku untuk menemaninya bermain. Oh ya di luar area penangkaran memang ada area kecil yang isinya permainan anak-anak, mulai dari perosotan, ayunan dan jungkat jungkit. Selesai Abel bermain, kami pun memutuskan untuk pulang. Berdasarkan review di Google, pengunjung rata-rata menghabiskan waktu di tempat ini selama 2 jam. Begitu pula denganku.

Jadi gimana teman-teman, tertarik berkunjung kesini gak? Lumayan juga kan tempatnya? Mungkin beberapa dari teman-teman lebih mengenal Penangkaran Rusa Rancaupas di Ciwidey ya. Banyak temanku yang sudah berkunjung kesana. Aku sendiri belum pernah. Ya mungkin nanti kalau ke Bandung, bikin rencana deh untuk mampir kesana. Buat yang udah pernah, boleh banget bagi cerita ke aku melalui komen. Ok deh, semoga teman-teman suka dengan ceritaku ini. Tetap semangat beraktivitas ya, jangan lupa liburan lho.. Sampai ketemu di cerita liburan berikutnya ya!

Published by elisabethraras

Hi all! I'm a food technologist, who love travelling and explore somewhere new. I've been working as R&D supervisor in gummy candy factory, and always make time for travel abroad and around Indonesia. I also love photography and share my best moment.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started