Get Lost in Singapore!

Hi all! Aku akan menceritakan pengalaman travellingku bersama teman SMP ku yang bernama Nia. Trip ini barusan aja aku lakukan, yaitu di tanggal 10 – 14 Agustus 2019. Aku dan Nia berteman mulai kelas 2 SMP, setelahnya kami tidak pernah sekelas namun tetap berteman sampai saat ini. Aku masih akrab dengan dia karena bisa dibilang kami 1 frekuensi. Jadi, dari awalnya trip ini cuma ‘ayo ayo’ belaka dan akhirnya bisa terlaksana. Aku dan dia sangat puas, juga hepi! πŸ™‚

Yak, kami pesan semua tiket melalui Tiket.com dan Traveloka. Dari beberapa bulan sebelum keberangkatan, kami membandingkan harga dari satu platform ke platform lain beserta diskon-diskon yang ditawarkan. Sebenarnya, kami sudah berencana pesan semua tiket sebulan sebelum keberangkatan….. namun karena paspor ku passss banget 6 bulan sebelum habis, aku harus perpanjang paspor dulu. Aku perpanjang paspor setelah resign kerja di akhir Juli. Awal Agustus aku perpanjang, udah gitu ada masalah di sistemnya juga.. Aku sebenernya udah deg2an ini bisa berangkat apa enggak, tapi akhirnya bisa juga di proses tuh paspor. Setelah paspor udah diproses, aku dan Nia baru berani booking hotel dan beli tiket atraksi. Setelah paspor udah di tangan, kami baru beli tiket pesawat. Lumayan nekat, paspor jadi hari Senin dan malamnya langsung beli tiket pesawat. Hari Sabtu pagi kami pun berangkat. Untungggg cuma Singapura, kalo negara lain sih aku gak berani semepet itu.

Harga tiket (Tiket.com) :

  1. Jakarta (CGK) – Singapore (SIN) = Batik Air Economy (Incl. Breakfast + Bag 20 kg)
  2. Singapore (SIN) – Jakarta (CGK) = Garuda Indonesia Economy (Incl. Dinner + Bag 30 kg)

Totalnya adalah Rp 2.626.358,- / pax (ini aku total saja ya karena kami pesan untuk 2 pax dan dapat diskon 1jt lebih, jadi ini final price nya)

DAY 1 : SENTOSA ISLAND

Kami sampai Changi Airport Singapura sekitar jam setengah 11 (jam Singapura), lalu dilanjut dengan ambil bagasi, mengurus kedatangan di imigrasi & reedem voucher Singapore 4G prepaid simcard + Singapore EZ-Link. Singapore 4G prepaid simcard aku reedem di konter M1 Cheers Convenience Store Changi Airport, sedangkan Singapore EZ-Link di konter Changi Recommend Changi Airport. Aku beli paketan di traveloka dan harganya :

  1. Singapore 4G prepaid simcard : Rp 123.321,-/ pax
  2. COMBO (Singapore EZ-Link + Sentosa Monorail Express) : Rp 140.919,- / pax

* Hmm menurutku agak useless sih beli paketan Singapore Monorail Express, karena toh ternyata monorail itu bisa dibayar pake EZ-Link juga. Aku gak searching info secara detail, asumsiku itu enggak bisa dibayar pake EZ-Link dan sifat nya unlimited acces. Ternyata voucher itu cuma bisa di-reedem sekali dan dipakai dalam 1 hari doang. Aku sih merasa rugi karena akan ke Sentosa 2x, pertama buat jalan-jalan ke Sentosa dan kedua ke USS + Madame Tussauds. Kalo kalian cuma mau ke Sentosa sekali doang sih ga rugi kali ya. Tapi kalo 2x seperti aku, itu gak praktis karena kan trip keduanya tetap harus pake EZ-Link atau tetap beli Singapore Monorail Express. Aku malah jadi mikir, wah kalo gitu mendingan sekalian pake EZ-Link aja bayarnya. FYI, Harganya 4 SGD per trip. Saranku kalian pakai EZ-Link aja deh gak usah beli Sentosa Monorail Express

* Begitu kalian beli EZ-Link, kartu tersebut akan jadi punya kalian dan bisa digunakan kapan aja kalian kembali ke Singapura dalam kurun waktu 5 tahun sejak aktivasi. Oh ya, saldo awal yang kalian dapatkan adalah 5 SGD dan bisa di top up di stasiun MRT atau sevel.

Setelah selesai dengan urusan reedem voucher, kami naik MRT disambung dengan bus menuju hotel kami yang terletak di daerah Pasir Panjang. Nama Hotelnya adalah Santa Grand Hotel West Coast, letaknya di 428 Pasir Panjang Rd, Singapore 118769, Queenstown. Halte terdekat dari hotel tersebut adalah Palm Green Condo. Tinggal nyebrang doang kalo kalian turun dari halte itu. Kesan kami sih hotelnya cukup bagus, bersih dan daerahnya nyaman karena sepi. Jadi kalo kamu membayangkan bakal berada di daerah yang super ramai kayak di Orchard/Bugis/China Town, kamu salah besar deh. Hotel tersebut dekat dengan NUS, jadi ya kebanyakan penghuni di daerah situ adalah pelajar. Sebelah-sebelah hotelnya juga itu perumahan penduduk, jadi ya selain mahasiswa tentunya banyak warga Singapura. Jangan khawatir gak ada makanan ya, masih ada Sevel dan gerai-gerai makanan di pinggir jalan. Oh ya, kami ke hotel cuma untuk check in dan drop off bagasi. Perjalanan kami lanjut lagi dengan naik bus menuju VivoCity. Agenda perjalanan hari itu adalah jalan-jalan di Sentosa dan main Luge + Skyride. Tiket Luge + Skyride kami beli dari Traveloka dengan harga Rp 950.036,-/pax (Combo : USS + Luge & Skyride). Dari VivoCity, kami naik Sentosa Monorail Express menuju Sentosa Beach. Sumpah antrian untuk Luge + Skyride panjang banget deh. Kami antri sekitar 1 jam lebih untuk 2 ways ride (2x Luge & 2x Skyride). Setelah main, kami mampir ke mcd buat beli lemon tea dan nongkrong di pinggir pantai. Menikmati musik dari club pinggir pantai plus angin sepoi-sepoi. Pas banget waktu kami disana, lagi ada event Sentosa Grillfest. Jadi banyak banget tuh makanan-makanan yang dibakar, sampe bahkan ada durian bakar coba. Aku gak beli apa-apa karena emang udah kenyang banget akibat makan mie bebek di Food Republic VivoCity siangnya. Sekitar jam 9 kami pun pulang menuju hotel karena udah tepar.

DAY 2 : GARDEN BY THE BAY

Hari kedua kami awali dengan mengikuti misa pagi di Church of Holy Cross yang terletak di daerah Clementi. Setelah itu kami naik bus menuju Garden by The Bay. Tiket kami beli dari Traveloka dengan harga Rp 387.728,- /pax (Combo : Garden by The Bay + ArtScience Museum). Pertama kami masuk ke area Flower Dome terlebih dahulu. Saat itu, temanya adalah Orchid Extravaganza jadi banyak banget anggrek cantik yang bertebaran. Area kedua yang kami kunjungi adalah Cloud Forest.

Setelah dari Garden by The Bay, kami segera menuju Suntec City untuk Duck Tour. Ternyata sampe disana ada masalah.. Jadi antara Traveloka, BeMyGuest (agen dari Singapura), dan aku itu seperti miskom gitu. Pada saat pesan paket Duck Tour itu, aku sudah disuruh pilih tanggal (11 Agustus 2019) dan time slot (16.00 – 19.00). Sudah diberitau juga kalau itu sifatnya fixed date & time, jadi ga seperti tiket-tiket lain yang valid date nya panjang. Aku sudah note semua info itu. Dengan santainya, aku datang dan bilang mau reedem. Tapi ternyata petugasnya bilang seharusnya aku mendapatkan certain time untuk tour tersebut. Aku dan Nia bingung dong, kami gak di infokan apa-apa. Aku kontak Traveloka dan gak dapat jawaban apa-apa. Aku kontak BeMyGuest dan dia cuma bilang kalo tiket berakhir hari itu. Aku jadinya bernegosiasi dengan BeMyGuest dan staff Duck Tour untuk tetap dapat slot. Fiuhhh.. Akhirnya bisa juga tour untuk hari berikutnya jam 6 sore. Lega banget sumpah karena awalnya udah panik itu tiket bakalan hangus begitu aja. Sudah beres, kami akhirnya menuju Singapore Flyer karena tiketnya memang combo. Harganya adalah Rp 729.161,-/pax. Kami jalan dari Suntec menuju Singapore Flyer, dan sesampainya disana voucher kami ditolak. Teganya T.T….. Katanya kami harus reedem dulu di konter Duck Tour, resinya dibawa ke Singapore Flyer buat reedem tiket. Aku pikir percuma aja, orang konternya Duck Tour tutup jam 6 padahal itu udah sekitar jam 7 kali ya. Yaudah aku mikir Singapore Flyer nya sekalian besok aja deh setelah Duck Tour, kan last admission nya jam 22.00. Hpku dan hp Nia passsss banget mati malem itu, kami bingung mau lanjut ke destinasi lain tapi gak tau jalan. Jadi kami cari aman aja deh ke Plaza Singapura Orchard. Aku bawa charger tapi chargerku gak bisa masuk di stop kontak Singapura, charger Nia bisa masuk tapi ditinggal di hotel. Ironis sekali ya ampun… Device yang masih berfungsi adalah kameraku, jadi dengan berbekal peta MRT yang aku foto kami berhasil ke Orchard dan balik ke hotel dengan selamat malam itu. Kami pulang benar-benar malem, sekitar jam 12an tuh. Puji Tuhan… *kalau diinget-inget pengen ketawa dan bangga juga*

Peta MRT yang sangat berjasa wkwkwkwk

DAY 3 : ART SCIENCE MUSEUM

Kami memulai hari ketiga ini dengan pindahan dari Grand Santa menuju Cube Boutique Capsule Hotel Kampong Glam yang berlokasi di 55 Bussorah St, Singapore 199471, Rochor. Hotel ini berbeda dengan hotel kami yang pertama karena berada di lokasi yang sangat ramai. Dikelilingi oleh restoran, club dan kafe timur tengah. Di samping hotel kami aja ada makanan Lebanon dan Turki. Seperti hari pertama, kami hanya check in dan drop off bagasi. Lalu kami berjalan menuju Sim Lim Square untuk makan Salted Egg Chicken. Aku lupa di lantai berapa, cuma patokannya adalah Sex Toys Store. Itu patokan yang dikasih ama temenku, dan ampuh banget mudah nyarinya. Ngakak =D Sumpah sih salted egg chicken disini enak bangeeeeeeeeeeeeeet. Eatlah jadi kurang berasa, pdhl biasanya di Indo kan paling enak ya eatlah. Yak, setelah perut kenyang kami menuju Art Science Museum dengan naik bus menuju halte Seating Gallery dilanjut jalan melewati Helix Bridge.

Di Art Science Museum, kami hanya mengunjungi 2 spot yaitu Future World dan Digital Light Canvas karena memang tiket yang kami beli hanya berlaku untuk kedua spot tersebut saja. Future World ada di museum lantai paling bawah sedangkan Digital Light Canvas ada di mall dekat foodcourt. Setelah dari Art Science, kami menuju Suntec City untuk Duck Tour. Duck Tour dimulai jam 18.00, tapi kata staff nya antri sudah dimulai jam 17.45. Kami kecepetan jadi muter-muter di mall dulu, dan tanpa di sengaja aku dan Nia menemukan Tiger Sugar di foodcourt. Aku tapi agak sedih sih pas nyoba, karena ternyata aku kurang cocok sama rasa brown sugar nya yang menurutku terlalu manis dan medok banget kayak lagi makan gula jawa. Alhasil, aku enek setengah mati deh tuh abis minum itu. Tapi buat kalian-kalian yang emang pecinta brown sugar, mungkin akan bilang enak. Silahkan dicoba saja saudara-saudara πŸ™‚

Di Suntec City lagi ada diskon besar-besaran untuk brand Uniqlo, aku sama Nia borong beberapa baju. Diskonnya lumayan, orang kaos Marvel aja tuh bisa tinggal 100rb doang, terus kemeja juga cuma tinggal 150rb. Karena keasikan belanja, aku dan Nia jadi enggak kecepatan ke Duck Tour. Duck Tour sangat asik menurutku. Tour ini kan disebutnya Amphibious Tour, jadi ada beberapa yang dilakukan di air dan sebagian lagi di darat. BTW, Duck ku namanya Darla lhooo. Rute nya adalah dari Suntec Menuju Marina Bay. Kami mengelilingi Marina Bay sambil melihat Marina Bay Sands, Garden by The Bay, Singapore Flyer, Merlion. Dilanjut dengan perjalanan darat melewati Beach Road, Raffles Road, dll. Ada Tour Guide yang menjelaskan dengan sangaaaat detail. Itu nilai plus kita naik Duck Tour, karena kapan lagi kan tau sejarah Singapore sambil tour keliling kota.

Setelah selesai Duck Tour, aku dan Nia segera menuju Singapore Flyer. Kami jalan kaki dari Suntec City. Selama di Singapore, kami seperti terbiasa jalan kaki. Pernah suatu waktu aku check di smartwatch, steps kami mencapai 24.000 guys! Pas pulang di hotel rasanya kakiku mati rasa, udah gak bisa digerakin. Kami cuma lurusin kaki terus olesin minyak kapak, aku minta sama Nia (maklum cumi). Btw, kami ternyata gak perlu antri panjang lebar di loket SGF. Kami cuma perlu reedem resi yang dikasih di konter Duck Tour ke CS belakang loket. It only takes around 5 minutes, so happy! Setelah itu langsung deh kami ngacir ke antrian. Antrinya pun ga begitu lama. Sumpah menikmati SGF malam-malam itu…. our best decision ever! Pemandangan kota nya benar-benar bagus. Gemerlap lampu dari gedung pencakar langit, Marina Bay, OCBC Skyway & Supertree Groove, Marina Bay Sands.. Wagelaseeeh. Kameraku mati, hpku mati, aku akhirnya cuma berdiri di samping railing yang menghadap ke pemandangan itu sambil mengingat-ngingat dalam pikiranku. Yah mau gimana lagi, orang kameranya baru dipake ambil 1 foto udah mati duluan. Aku kira baterainya masih banyak, ternyata habis.

SGF ternyata menghabiskan waktu sekitar kurang lebih 1 jam. Setelahnya, kami memutuskan ke Orchard Road. Nia pengen banget ke ION… Tapi ternyata waktu sampai ke Orchard udah malam. Hanya beberapa toko doang yang buka. Takashimaya, ION, Wisma Atria, Lucky Plaza udah tutup semua. Kami akhirnya ya jalan-jalan aja di selasarnya. Liat Giordano yang masih buka, terus belanja oleh-oleh di depan Lucky Plaza. Abis itu kami pulang karena emang udah tepar banget. Seperti yang udah aku bilang sebelumnya, Kampong Glam emang daerah yang mirip Kuta Bali, sampai malam pun masih rameeeeeeee aja teroosss! Makin malam malah makin rame deh itu. Pas kami pulang malah banyak orang makan dan nongkrong, gak kayak waktu di Pasir Panjang West Coast yang sepi banget.

Kami gak tertarik untuk keluar karena ternyata pas sampai hotel kami kecewa berat. Bukan apa-apa sih, cuma hotel kapsul disini jauh dari bayanganku dan juga Nia. Nia udah pernah ke hotel kapsul waktu di Bandung, dan ternyata beda. Aku belum pernah ke hotel kapsul dan aku gak menyangka sama sekali akan begini. Jadi, kamar kami ada di lantai 1, tepatnya di Haji Lane Room. Untuk mencapai ruangan itu, kami perlu masuk ruangan yang melewati kamar mandi, buka pintu lagi di sebelahnya menuju resto dan pantry, dan kamar kami ada di situ. Di pojok resto dan pantry, disediakan rak sepatu jadi kami harus letakkan sepatu kami disitu. Di dalam kamar, kami bareng-bareng dengan lebih dari 10 orang pengunjung. Capsule kami ada di tingkat 2, dan tangganya agak susah dipanjat. Koper ada di loker paling bawah, tepatnya di bawah capsule tingkat 1. Menurutku agak susah sih kalo peletakannya begini karena waktu kami mau buka tutup loker, kami bisa ganggu si pengunjung capsule tingkat 1. Ada 2 opsi, bisa ganggu karena badan kami menghalangi jalan mereka atau juga bisa ganggu karena berisik. Intinya ruang geraknya terbatas banget. Belum lagi kamar mandi yang hanya 1 di lt. 1, selebihnya ada di lt. 2. Aku suka kebelet pipis malem-malem, jadi aku pikir bakalan menderita banget nih untuk ke toilet aja. Udah harus turun dari capsule, harus naik ke lantai 2 juga lagi. FYI, kamar mandi di lt. 1 sedikit lebih kotor dibandingkan lt. 2 jadi kami lebih pilih ke lt. 2 aja. Aku gak bilang hotel ini jelek ya, cuma kalo mau nginep di hotel kapsul tentu harus siap sama keadaannya. Silahkan dipertimbangkan πŸ™‚

DAY 4 : UNIVERSAL STUDIO SINGAPORE + MADAME TUSSAUDS SINGAPORE

Yihuuuu akhirnya tiba juga saatnya kami mengunjungi USS + Madame Tussauds. So excited! Kedua attraction ini berada di Sentosa ya guys, cuma kalo naik monorail beda station aja. Pertama aku menuju Madame Tussauds dulu dan berhenti di Imbiah Station. Tiket Madame Tussauds kami pesan melalui Tiket.com dengan harga Rp 228.688,- / pax yang sudah termasuk tiket masuk showroom + ios/Image of Singapore live + boat ride + marvel 4D.

Kami muter-muter sekitar 2 jam disini sebelum akhirnya cabut menuju USS. Dari Madame Tussauds sebenernya bisa jalan kaki ke USS, tapi kami menghemat tenaga jadi lebih pilih naik monorail dan turun di Resort World Sentosa Station. USS rame, jadi kami ga berharap untuk bisa naik semua permainan. Permainan yang kami fokuskan adalah yang belum pernah kami coba aja. Aku sudah pernah ke USS tahun 2010, Nia udah pernah juga tahun 2012. Jadi kami pikir ya intinya coba yang baru-baru aja. Wahana pertama yang kami coba adalah Madagascar : A Crate Adventure. Kalo dimirip-miripkan, aku bisa bilang ini mirip Istana Boneka di Dufan.

Karena kami masuk USS aja sudah jam 2, perut kami udah kruyuk-kruyuk meskipun baru naik 1 wahana. Kami memutuskan untuk makan siang dengan menu makanan India. Ternyata porsinya gede banget, bayangin aja ayamnya aja udah gabungan paha atas-paha bawah tuh ditambah nasi pula. Keluar food court kekenyangan, jadi kami pilih wahana yang selow aja deh. Lihat-lihat waiting time nya, yang paling pendek itu Shrek 4D Adventure. Aku dan Nia sebenarnya udah pernah nonton sih, cuma daripada ngantri panjang-panjang dan kepanasan yaudah ngadem disitu dulu aja lah. Shrek 4D sih seperti mirip 4D di Ancol, cuma ya lebih banyak fitur-fitur pendukungnya sehingga jadi lebih real. Setelah yang kalem-kalem, kami pemanasan buat naik wahana yang lebih memompa jantung nih. Nama wahananya adalah Puss in Boots’ Giant Journey. Wahana ini roller coaster tapi rel nya atas sedangkan penumpangnya naik bak di bawahnya. Aku lumayan suka, karena ga terlalu serem tapi gak enaknya roller coaster ini ga smooth. Jadi aku ngerasa kayak tikungannya itu patah-patah.

Nahhhh wahana ini nih yang aku dan Nia nantikan dari Jakarta. Apalagi kalo bukan Revenge of The Mummy. Aku udah pernah naik wahana ini dan serunya luar biasa cuy! Ini indoor roller coaster, temanya Ancient Egypt (Yup karena emang lokasinya di area Egpyt), level kengeriannya maksimum. Tikungan, tanjakan dan turunannya luar biasa tajam, speed nya tinggi plus gelap banget sehingga kamu gak akan tau lintasannya. Mau abis ini dibanting atau digoyang juga kamu ga bakalan tau wkwkwk. Kamu perlu titip barang dulu di loker sebelum masuk. Lokernya gratis selama 110 menit, kalo lebih kamu baru bayar. Registrasinya gampang, cuma tinggal pake sidik jari doang kok. Dan setelah naik wahana itu, otak ku rada terguncang guys. Agak pusing, padahal dulu enggak. Akhirnya naik wahana yang kalem lagi, persis di seberangnya Mummy. Namanya adalah Treasure Hunter. Hmm agak kontras kalo dibandingkan Mummy, karena wahana ini kamu cuma perlu duduk di dalam mobil yang akan membawamu berkeliling area kolam dan perburuan harta karun. Lumayan sih buat menenangkan kepalaku, setelahnya aku gak pusing lagi. Karena hari udah mulai malem, kami memutuskan untuk gak naik wahana lagi deh. Muter-muter aja menuju area Hollywood, keluar masuk merchandise shop, ambil foto dan balik. Kami ke VivoCity bentar untuk beli Garrett Popcorn titipan adekku dan temenku, obat titipan omaku, liat airpods, dll. Balik-balik sih tepar lagi. Tapi aku seneng banget, aku kan turun di halte Opp Plaza Park Royal dan menemukan vit C booster. Jadi itu vending machine yang menjual jeruk sunkist peras. FYI, aku penggemar jeruk-jeruk asam gitu deh. Sumpah praktis banget, murah cuma 3 SGD, dingin dan bisa bayar pake SG EZ Link pula. Kami berdua akhirnya hebring banget tuh.

Day 5 : NATIONAL ORCHID GARDEN + JEWEL OF CHANGI

Ah.. it was our last day in Singapore. Aku mulai suka tinggal di negara itu padahal, sedih deh mau balik. Bukan gak cinta Indonesia atau gimana sih, aku tapi merasa nyaman dengan kebersihan dan keteraturan disana. Mungkin buat orang aneh ya, tapi aku suka naik transportasi umum. Menurutku akan lebih efisien kalo semua orang dikumpulkan dalam 1 kendaraan menuju tujuan yang sama. Polusi bisa berkurang, jalanan bisa lebih sepi, pokoknya banyak manfaat nya lah. Tapi di Indo mungkin pada males karena aksesnya masih susah dan gak nyaman. Sedangkan disana aksesnya gampang banget, nyaman lagi. Ya begitulah intinya πŸ™‚

Ya jadi hari ini kami cuma mau ke National Orchid Garden dan Jewel doang. Dari Kampong Glam menuju National Orchid Garden lumayan jauh naik bus, sedangkan akses masuk ke dalamnya masih susah jadi kami naik grab aja. Dari halte bus seberang pintu masuk ke dalam itu 6 SGD. Oh ya, tiket nya kami beli di tiket.com seharga Rp 37.046,-/pax. National Orchid Garden berada di kawasan Singapore Botanic Garden, sehingga di dalamnya ada buanyaaaaaaaaak sekali taman dan semuanya gratis. Hanya Orchid Garden saja yang tiket masuknya berbayar. Jadi kalo kalian-kalian emang enggak minat bayar, mendingan keliling seluruh area aja atau duduk di pinggir danau.

Setelah puas menjelajah Orchid Garden, kami memutuskan langsung ke bandara aja karena takut gak sempat ke Jewel. Sumpah ini perlu diingat ya guys, kalo kalian lagi buru-buru dan bawa koper 12-13 kg kayak kami jangan pernah keluar dari sini jalan kaki. Either, lewat jalan depan atau jalan belakang (nah ini yang akan kami lalui). Karena kami kan liat papan arah dan stasiun MRT terdekat itu MRT Bukit Timah (1.7 km), pikir nya kan orang kemarin-kemarin aja bisa kok jalan masa ini ga bisa? Wah gempor banget ternyata. Aksesnya sih bagus, cuma ya jalannya itu berkelok dan naik turun. Bikin capek banget kalo tengah hari dan bawa koper gitu. Saranku kalo kalian seperti kami, mendingan lewat jalan depan kayak pas kami berangkat, naik taksi sampe halte depan Singapore Botanic Garden. Nah baru dari situ kalian cari bus deh.

Kami sampai di Changi Airport dengan sisa waktu sekitar 2 – 3 jam sebelum keberangkatan. Waktu ini pertama-tama kami gunakan untuk refund saldo SG EZ Link, check in, lalu ke Jewel. Jewel of Changi terletak di dalam mall, mallnya hanya bersebelahan sama terminal 3. Kami akan berangkat dari terminal 3, jadi cukup lewatin jembatan dan whoalaaa sudah sampe deh di mall nya. Mall nya ya seperti mall pada umumnya, cuma center point nya adalah air terjun ini. Poin plusnya ke Jewel ini, karena letaknya di mall jadi enggak berbayar deh. Lumayaaaan duitnya bisa buat nabung jalan-jalan lagi *upsss

Sebentar kami berkeliling Jewel, lalu kami ngacir mencari Subway. Jewel ini bagus, cuma spot fotonya sempit dan kebetulan waktu itu banyak orang. Yaudah cukup liat aja, kami udah puas. Aku dan Nia belum pernah makan Subway, mumpung disini ada ya sekalian dicoba aja. Aku beliin buat diriku dan papaku, Nia beliin buat dirinya dan adeknya. Ajeng lagi magang jadi gak bisa dibawain deh. Setelah itu berakhirlah perjalanan kami di Singapura karena kami akan segera menuju ruang tunggu dan balik lagi ke Indonesia.

Perjalanan ini mengajarkanku banyak hal, mulai dari kemandirian, keberanian, dan kepercayaan diri. Melalui perjalanan ini, aku dan Nia juga semakin akrab karena kami udah mengalami pengalaman menarik bersama, beserta juga kerempongan-kerempongan di dalamnya. Aku gak kapok untuk ngebolang lagi, dan semoga Tuhan beri kesempatan. I’m young, blessed and happy! Thanks God for everything πŸ™‚

Published by elisabethraras

Hi all! I'm a food technologist, who love travelling and explore somewhere new. I've been working as R&D supervisor in gummy candy factory, and always make time for travel abroad and around Indonesia. I also love photography and share my best moment.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started