Heaven on Earth

DESTINASI : BALI & NUSA PENIDA

Bali? Yups, betul teman-teman semua! Kali ini aku akan melakukan perjalanan wisata ke Bali bersama dengan sahabatku dari SD. Kami mengawali perjalanan dari Tangerang pada hari Rabu, 3 April 2019. Penerbangan yang kami pilih adalah pukul 09.50 menggunakan maskapai Sriwijaya Air dari terminal 2F Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Perjalanan ke Bali kami tempuh selama kurang lebih 1,5 jam. Kami tiba di Bandar Udara Internasional I Gusti Nugrah Rai Bali sekitar pukul 13.00. Perbedaan waktu antara Tangerang dan Bali adalah 1 jam, dimana waktu Bali 1 jam lebih cepat dibandingkan Tangerang. Untuk mempermudah mobilisasi kami dalam 1 hari tersebut, kami memesan mobil + driver menggunakan aplikasi tiket.com. Mobil yang kami pilih adalah avanza dengan waktu penggunaan selama 12 jam. Kami memilih mobil avanza karena harga sewa yang relatif lebih murah dan cukup lega. Oh ya teman-teman, sekedar info saja, kalau pemesanan menggunakan tiket.com belum termasuk bbm, retribusi parkir dan tol, tips dan uang makan driver serta biaya tambahan zona. Biaya tambahan zona berbeda-beda tergantung tujuan kamu. Aku dan temanku mengunjungi daerah Ubud dengan biaya tambahan zona sebesar 200rb.

HARI 1 : ULUWATU – JIMBARAN – SANUR

Hari pertama kami awali dengan makan siang ditemani menu khas Bali yaitu ayam betutu, sate lilit dan plecing di Warung Kampoeng Pedas Uluwatu. Destinasi kami berikutnya adalah mengunjungi Pantai Suluban/Blue Point, dilanjutkan dengan menonton pertunjukan Tari Kecak sembari memandang sunset di Uluwatu. Pantai Suluban menyajikan pemandangan yang cukup bagus dan unik. Namun, pantai tersebut berada di bawah hutan sehingga untuk menjangkaunya, kami harus menuruni anak tangga yang cukup banyak. Trek menjadi cukup sulit ketika hampir mencapai pantai karena jalan menyempit dan licin. Terkadang kami harus berhenti untuk bergantian dengan orang yang akan naik. Bahkan harus geser-geser ketepian apabila menemui orang yang membawa papan surfing dan berbagai peralatannya. Tapi, usaha kamu akan terbayar ketika melihat keindahan pantai ini. Setelah puas main air dan berfoto ria, kami segera melanjutkan perjalanan menuju Pura Luhur Uluwatu untuk menonton Tari Kecak. Oh ya, kami membeli tiket pertunjukan secara online beberapa minggu sebelum keberangkatan. Alasannya pertama adalah karena harga tiket lebih murah : apabila kamu beli online harganya 85rb sedangkan OTS 100rb. Alasan kedua adalah karena kami takut kehabisan tiket mengingat banyak banget wisatawan yang antusias menonton pertunjukan ini. Aku sendiri sudah pernah nonton pertunjukan ini tahun 2009 dan saat itu seluruh area penonton terisi penuh. Sebenarnya pihak pengelola sempat menambahkan kursi plastik untuk memfasilitasi wisatawan yang kehabisan tempat. Namun letaknya ada di bagian bawah samping penari sehingga menurutku itu kurang strategis apabila ingin sambil menyaksikan sunset. Pertunjukan berlangsung selama 1 jam dan langit sudah gelap ketika pertunjukan usai. Kami pun segera menuju Jimbaran untuk makan malam. Nilai plus makan di Jimbaran adalah suasananya yang begitu tenang dan santai. Kamu bisa makan ditemani suara deburan ombak, suasana yang romantis karena dikelilingi lilin-lilin dan lampu, serta suara musik dan nyanyi-nyanyian. Namun, harga makanan di Jimbaran ini cukup menguras kantong menurut kami. Jadi, kalau teman-teman memang sengaja travel dengan budget tertentu mungkin bisa pikir-pikir ulang. Tapi kalau memang tidak masalah dengan harga, gas saja..

Pantai Suluban / Blue Point – Uluwatu

Setelah makan malam, kami segera menuju penginapan kami di daerah Sanur. Kami memilih daerah Sanur dengan pertimbangan dekat dengan pelabuhan, sehingga besok pagi tidak terlambat menyebrang ke Nusa Penida. Penginapan kami adalah Nyaman Guest House. Kami sangat merekomendasikan penginapan ini lho teman-teman.. Tempatnya sangat nyaman, bersih dan tenang. Meskipun bukan hotel, pelayanan di tempat ini pun sangat baik. Jaraknya pun tidak terlalu jauh menuju pelabuhan, jadi hanya perlu waktu sekitar 10 menit menggunakan mobil.

HARI 2 -3 : NUSA PENIDA – KUTA

Destinasi kami untuk hari kedua dan ketiga adalah Nusa Penida. Berdasarkan info dari saudaraku yang sudah pernah ke Nusa Penida, akses jalan dan transportasi disana cukup sulit sehingga kami memutuskan untuk menggunakan jasa tour. Tour yang kami pilih sudah all in dengan harga Rp 1.050.000/pax. Untuk mencapai Nusa Penida, kami harus menyebrang selama 40-50 menit dari Pelabuhan Sanur menggunakan fast boat. Ada beberapa hal yang perlu teman-teman perhatikan sebelum menyebrang, yaitu : gunakan celana pendek dan sendal jepit, serta menggunakan tas yang ringan/tahan air. Karena penyebrangan disini tidak ada dermaganya sehingga kamu harus melewati pantai dan sedikit memanjat untuk naik ke atas kapal. Fast boat yang kami gunakan adalah Dwi Manunggal dengan jadwal keberangkatan jam 8 pagi (WITA). Sekitar pukul 9 kami tiba di Pelabuhan Toyapakeh Nusa Penida. Oh ya teman-teman, pelabuhan ini juga sama dengan Pelabuhan Sanur dimana tidak ada dermaga. Jadi jangan buru-buru ganti sendal jepit dan celana pendek kalian ya.. Setibanya disana kami dijemput oleh tour guide kami yang bernama Bli Gede Suasta. Setelah itu kami diantar ke homestay kami yang bernama Cemara Homestay. Pemandangan dari homestay kami adalah laut lepas karena memang letaknya persis di pinggir pantai. Di Nusa Penida, memang banyak sekali homestay yang menyuguhkan pemandangan laut lepas seperti homestay ku ini. Dari sini, kami diantar Bli untuk ke Broken Beach (Pasih Uug) dan Angel’s Billabong. Perjalanan menuju pantai ini cukup sulit karena akses jalannya benar-benar rusak. Jadi kalau teman-teman ada yang mabuk perjalanan, jangan lupa bawa obat anti mabuk ya.. Namun, teman-teman jangan mengurungkan niat ke pantai ini karena memang pantainya sendiri sangat menarik. Airnya biru jernih, tebing dan karangnya juga sangat bagus. Pemandangan menarik dari Broken Beach ini adalah dimana ada bolongan di tengah karang menyerupai setengah lingkaran. Super bagus teman-teman!

Aku dan temanku di Broken Beach

Tempat berikutnya yang akan kami kunjungi adalah Kelingking Beach. Pantai ini tidak kalah bagus juga dengan Angel’s Billabong dan Broken Beach. Akses jalan menuju pantai ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Menariknya lagi, disini kamu juga bisa trekking sampai ke bawah pantai lho teman-teman! Kamu bisa menyaksikan jernihnya air dan pasir pantai yang begitu putih dengan lebih dekat. Aku dan temanku hanya kuat sampai 1/6 perjalanan karena treknya cukup panjang dan sulit. Tapi kami benar-benar puas disini..

Kelingking Beach

Setelah seharian menempuh perjalanan yang cukup menantang, Bli mengajak kami mengakhiri hari dengan menyaksikan matahari terbenam di Crystal Bay Beach. Berbeda dengan pantai-pantai sebelumnya, disini tidak perlu trekking atau menaiki dan menuruni karang. Ombak pantai nya cukup tenang sehingga aman untuk berenang. Aku lebih memilih untuk duduk bersantai menanti matahari terbenam sedangkan temanku berenang. Sekitar pukul setengah 7 malam kami memutuskan untuk kembali ke homestay dan beristirahat.

Keesokan harinya kami mempersiapkan diri untuk menuju 4 objek wisata lagi di Nusa Penida, yaitu Atuh Beach, Diamond Beach, Rumah Pohon Molenteng dan Bukit Teletubbies. Letak Atuh Beach bersebelahan dengan Diamond Beach. Akses menuju kedua pantai ini pun sudah baik. Selain itu, sudah ada trek yang bagus untuk menyusuri pantai ini. Ombak di Atuh Beach cukup bersahabat. Kamu bisa berenang ataupun bersantai di pinggir pantai teman-teman..

Diamond Beach
Atuh Beach

Destinasi kami berikutnya adalah Rumah Pohon Molenteng. Dari seluruh objek yang kami kunjungi, Rumah Pohon Molenteng adalah yang paling melelahkan. Karena trek ke bawah cukup jauh dan berlika-liku. Kami menyusuri trek dalam waktu sekitar 30 menit untuk menuju ke bawah. Disini kamu tidak bisa memilih untuk menyusuri 1/2 atau 1/4 jalan teman-teman, karena memang letak rumah pohonnya ada di bawah. Jadi siapkan tenaga kamu ya untuk kesini! View dibalik rumah pohonnya gak akan mengecewakan kok. Setelah selesai berfoto, kami segera makan siang dan menuju objek terakhir. Hari ini kami tidak akan berpetualang sampai sore karena kami memilih boat menuju Sanur dengan jam 14.30. Kalau teman-teman memang merasa belum puas, jangan khawatir karena masih ada jadwal yang lebih sore kok yaitu pukul 17.00. Objek wisata kami yang terakhir adalah Bukit Teletubbies. Bukit Teletubbies cukup tenang dan sejuk. Kamu bisa duduk-duduk di hamparan rumput dengan view perbukitan yang berjajar. Dari sini kamu bisa melihat awan yang rasanya cukup dengan denganmu. Aku menghabiskan waktu bersantai disini sekitar 20 menit sebelum kembali menuju Pelabuhan Toyapakeh.

Aku di Rumah Pohon Molenteng

Kami menyebrang ke Sanur dan tiba sekitar jam 4 sore. Kami pun menuju ke penginapan di daerah Kuta. Nama penginapan kami adalah Cara Cara Inn. Penginapan ini cukup populer di Bali karena konsep kamar dan atmosfernya yang sangat menarik. Aku suka sekali menginap disini. Kalau teman-teman suka main tennis meja, kamu bisa main disini lho.. Oh ya, lokasi Cara Cara Inn juga strategis. Kamu cukup berjalan sedikit menuju Kuta Square, Pabrik Kata-Kata Joger ataupun Pantai Kuta. Sore itu, aku dan temanku menyusuri hiruk pikuk jalanan untuk makan malam di Nasi Pedas Bu Andika. Setelah itu mencari oleh-oleh di Joger. Lokasi Nasi Pedas Bu Andika bersebrangan dengan Joger teman-teman. Jadi sangat mudah untuk mencapainya.

HARI 4 : UBUD

Kami bersemangat sekali menuju Ubud. Ada beberapa objek yang sudah kami rencanakan yaitu : Tegallalang Rice Terrace, Ubud Palace (Puri Saren Agung), Pasar Seni Ubud dan Puri Saraswati. Pertama-tama kami diantar driver kami menuju Uma Pakel Agro Tourism & Swing sebelum mencapai Tegallalang Rice Terrace. Sebenarnya Uma Pakel tidak masuk dalam bucket list destinasi kami, tapi driver kami menyampaikan bahwa pemandangan disini cukup bagus dan bisa juga main swing dengan harga relatif lebih murah. Tapi disini kami memilih untuk berfoto dengan latar belakang pepohonan dan sawah, serta free testing kopi dan teh. Ada berbagai jenis kopi dan teh yang sangat menarik untuk dicoba, diantaranya ada kopi kelapa, kopi ginseng, kopi luwak, teh kulit manggis, teg kayu manis, dan banyak lagi. Aku sendiri akhirnya membeli produk teh rempah-rempah (spice tea) yang merupakan campuran tamarin dan kunyit.

Free Testing di Uma Pakel Ubud

Tujuan berikutnya adalah Tegallalang Rice Terrace. Disini kami melihat hamparan sawah yang sangat hijau. Kalau teman-teman tidak berminat ke Uma Pakel, disini juga tersedia swing namun viewnya memang menurutku viewnya tidak terlalu bagus. Kami menyusuri persawahan dan menyebrangi sungai kecil menuju ke sisi persawahan yang lain. Setelah selesai, kami menuju tempat makan siang kami yaitu Bebek Sawah Indah. Sebenarnya tujuan awal kami adalah Bebek Tepi Sawah, namun kami direkomendasikan oleh driver kami untuk makan siang disini karena menurut Beliau rasanya lebih enak dan harganya lebih terjangkau. Keduanya berada di lokasi yang sama, hanya bersebrangan. Menurutku pribadi, secara keseluruhan aku cukup puas namun tidak berminat kembali lagi. Dari segi masakan aku lebih menyukai Bebek Tepi Sawah, namun bila dilihat dari pertimbangan harga memang lebih murah teman-teman. Setelah perut kenyang, kami menuju Ubud Palace. Ubud Palace, Puri Saraswati dan Pasar Seni Ubud berada di daerah yang sama dan untuk mencapai satu sama lain juga cukup berjalan kaki. Tempat yang paling membuatku terkesan adalah Puri Saraswati karena kolam lotusnya yang bagus. Aku sedikit sedih sih sebab waktu kami datang kesana tidak banyak bunga yang bermekaran. Tapi masih tetap bagus menurutku. Kalau ke Bali lagi, aku ingin sekali kembali kesini. Sepulangnya dari sini, kami hanya berbelanja oleh-oleh di Krishna Kuta dan menyusuri Kuta Square. Kalau teman-teman memang tertarik untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan monyet-monyet di Bali, kalian bisa langsung ke Sacred Monkey Forest Sanctuary karena memang satu jalur dengan beberapa objek yang aku kunjungi ini. Mungkin teman-teman pernah ada pengalaman di Uluwatu dimana monyet-monyetnya memang jahil. Tenang saja, driverku menyampaikan bahwa monyet-monyet disini cukup jinak kok karena sudah diberi makan.

Puri Saraswati Ubud

HARI 5 : KUTA

Hari terakhir kami di Kuta kami lalui dengan berjalan menyusuri Kuta Square, Pantai Kuta dan mampir ke Beachwalk Shopping Centre. Kami tidak punya target khusus untuk hari ini. Setelah lapar, kami segera menuju tempat makan yang super hits dan populer di Bali. Apalagi kalau bukan Sate Babi Bawah Pohon.. Wuaaaah senang sekali bisa kesini, karena ini adalah pertama kalinya aku kesini. Banyak temanku yang sudah sering kesini dan memberi review bahwa sate babi disini enak sekali. Aku dan temanku pun memesan sate babi dan bakso goreng gajah (BAGOJA). Kami sangat puas dengan menu yang kami pesan karena memang semuanya enak. Setelah makan siang, kami kembali menuju Kuta untuk membeli oleh-oleh wajib yaitu pie susu. Aku sendiri suka sekali dengan pie susu merek Dhian. Outlet Pie Susu Dhian berada tidak jauh dengan Cara Cara Inn sehingga cukup mudah menjangkaunya. Ada satu destinasi lagi yang disisipkan oleh temanku yang memang tidak kami rencanakan sebelumnya, yaitu mengunjungi Hogwarts The Pub Bali. Temanku ini bisa dibilang Harpot Freak karena memang dia suka sekali dengan cerita dan film Harry Potter, sedangkan aku buta sekali dengan kisah fiksi ini. Sebagai teman yang baik, aku pun menemani dia kesana hehehe. Agak lucu sih karena kami mengunjungi Pub di jam 12 siang. Tapi sebenarnya tidak ada masalah, karena kami juga hanya berminat nongkrong dan menikmati atmosfernya. Temanku memesan butter beer. Nilai plus disini adalah kamu bisa gratis menggunakan atribut Harry Potter. Jadi, sambil menunggu pesanan datang temanku langsung berfoto ria menggunakan atribut Harry Potter kesukaannya yaitu jubah berwarna biru. Harga butter beer disini yaitu 97rb. Oh ya, kalau teman-teman datang kesini Jumat malam atau Sabtu malam akan ada berbagai pertunjukan menarik. Tapi jangan datang terlalu malam karena Pub-nya tutup jam 10 malam teman-teman. Dari Pub ini, kami segera menuju penginapan untuk mengambil barang dan menuju bandara. Kami menggunakan maskapai yang sama dengan ketika berangkat dengan jadwal keberangkatan pukul setengah 4 sore. Inilah akhir perjalananku ke Bali dan Nusa Penida. Semoga bisa menginspirasi teman-teman untuk berpetualang dan menjelajahi Indonesia. See u on another trip journal, pals!

Published by elisabethraras

Hi all! I'm a food technologist, who love travelling and explore somewhere new. I've been working as R&D supervisor in gummy candy factory, and always make time for travel abroad and around Indonesia. I also love photography and share my best moment.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started